Di Amerika Utara, jutaan orang mulai menjauhi gereja, sementara lainnya memilih menghindari agama dan menjadi ateis. Survei saat ini mencatat tingkat sekularitas yang tinggi.
Di Amerika Latin, persentase total individu tak beragama meningkat lebih dari dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir -- dari 8% pada 2014 menjadi hampir 20% saat ini.
Di Eropa, mayoritas populasi Inggris dan Skandinavia tidak lagi mengaku beragama. Tingkat ateisme melonjak di Belanda, Prancis, Jerman, Republik Ceko, dan Estonia.
Menurut data Survei Sosial Eropa dari 2018, jumlah orang yang tidak beragama melebihi jumlah orang yang beragama di lebih dari 22 negara yang disurvei.
Agama juga tampaknya mulai ditinggalkan di sebagian Asia. Tingkat kepercayaan agama, keterlibatan ritual, aktivitas kuil, semua menurun terutama di Korea Selatan dan Jepang.
Namun, satu bagian dari planet Bumi yang belum mengalami peningkatan dramatis dalam hal sekularitas adalah Afrika sub-Sahara. Sementara negara Arab mulai mengalami dampak memudarnya nilai agama dengan sangat nyata.
Menurut sebuah studi yang baru-baru ini dirilis oleh Arab Barometer Research Network dan BBC — sebuah studi besar dan mendalam yang mencakup 10 negara (ditambah wilayah Palestina) dan melibatkan tanggapan dari lebih dari 25.000 orang — sekularisme meningkat di seluruh Timur Tengah dan Afrika Utara.
Sebagai contoh, pada tahun 2013, sekitar 14% warga Tunisia mengatakan mereka tidak beragama, tetapi saat ini persentase itu melonjak drastis menjadi sekitar 31%. Di Libya lima tahun lalu 11% orang mengaku tidak beragama, hari ini persentase itu menjadi 25%. Di Aljazair, dari 8% menjadi 13%. Di Maroko, dari sekitar 4% menjadi 13%. Di Mesir, dari sekitar 3% hingga saat ini mencapai 10%. Di Lebanon negara paling sekuler di antara semuanya 25% populasi mengaku tak beragama.
Kemunculan sekularisme yang dramatis di dunia Arab cukup mengejutkan karena banyak alasan, salah satunya adalah di dunia Arab-Muslim, undang-undang anti-ateis sangat agresif dan budaya anti-sekuler merupakan hal yang meresap kental. Sebagai contoh, di Mesir, mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan agama adalah ilegal, dan hal itu dapat menyebabkan seseorang dipenjara hingga lima tahun.
Politisi terkemuka Mesir akhir-akhir ini melarang ateisme secara langsung, dan menyatakannya sebagai pelanggaran pidana.
Di wilayah Palestina, kaum sekuler menghadapi hukuman penjara dan siksaan, sementara di Tunisia, ateisme adalah topik yang tabu. Namun, terlepas dari ini, sekularitas meningkat di banyak negara Arab lainnya dalam lima tahun terakhir.
https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-secular-life/201907/secularism-hits-the-arab-world

Comments
Post a Comment