The Cage Penjara Angker Para Penyihir Dari Abad Pertengahan Skip to main content

The Cage Penjara Angker Para Penyihir Dari Abad Pertengahan


Sebuah penjara untuk orang-orang yang  yang dituduh melakukan sihir, dan dianggap sebagai rumah paling berhantu di Inggris akan dijual.

Dikenal sebagai "The Cage" di St Osyth, Inggris, bangunan bersejarah ini dimiliki oleh Vanessa Mitchell sejak 2004. Setelah diteror oleh "roh-roh jahat" dia pindah pada tahun 2008 dan telah berulang kali berusaha mencoba menjual properti ini.

Vanessa mengatakan kepada wartawan di Clacton dan Frinton Gazette bahwa pada 2008 dia meninggalkan rumah itu setelah secara fisik diserang oleh roh. Dia juga mengklaim bahwa dia diganggu oleh hantu yang katanya mendorongnya saat hamil dan  dia menyaksikan cipratan darah misterius.

Sejarah awal pondok ini dulu digunakan untuk menahan tahanan yang dituduh melakukan sihir. Pria, wanita, dan anak-anak ditahan di dalam kandang ini hingga tahun 1908.

Agen perumahan yang berbasis di Frinton, Home Domus mengatakan kepada wartawan di Clacton dan Frinton Gazette bahwa ini adalah salah satu pondok abad ke-16 yang paling terkenal dan terdokumentasi dengan baik di Inggris, dan pernah menjadi penjara abad pertengahan tempat 13 penyihir ditahan sebelum persidangan, yang kemudian menghasilkan tiga hukuman gantung.

Di jung pondok terdapat sebuah plakat yang merinci kisah tragis Ursula Kemp, seorang wanita dari St. Osyth yang dipanggil  untuk menyembuhkan orang sakit, tetapi dituduh sebagai penyihir dan  dinyatakan bersalah atas sihir pada tahun 1582 M.

Sebelum dia diadili dan digantung, Ursula Kemp mengoceh dan menyebutkan banyak wanita lain dari St. Osyth yang dia klaim sebagai penyihir.

Cage terakhir digunakan sebagai penjara penyihir pada tahun 1908.

Comments

Popular posts from this blog

Buku Hitler Berisi Rencana Detail Holocaust Mengerikan Ditemukan Kembali

Library and Archives Canada baru-baru ini mengakuisisi buku tahun 1944, yang sebelumnya dimiliki oleh Adolf Hitler yang merinci cetak biru holocaust Amerika Utara. Laporan setebal 137 halaman, berjudul "Statistik, Media, dan Organisasi Yahudi di Amerika Serikat dan Canada," ditulis oleh ahli bahasa dan peneliti Heinz Kloss, yang berfokus pada kebangsaan dan bahasa untuk menciptakan sensus sistematis populasi Yahudi di benua itu. Dokumen itu dibeli tahun lalu dengan harga $ 4.500 dan diumumkan kepada publik Sabtu lalu, satu hari sebelum Hari Peringatan Holocaust Internasional. Kloss melakukan riset serius pada populasi Yahudi Amerika Utara, dan mengumpulkan jaringan simpatisan Nazi Amerika Utara dan organisasi Yahudi sepanjang kunjungannya ke A.S. pada 1936 dan 1937, dengan data sensus 1930-an sebagai fondasi laporan. Tujuan Kloss adalah untuk mengumpulkan data spesifik Yahudi, mengkonfirmasi angka-angka, dan berkontribusi pada upaya genosida Hitler. ...

Rahasia Dibalik Kecanduan Manusia Pada Agama

"Ada ribuan agama berbeda di dunia. Dan setiap orang percaya bahwa agama mereka benar dan kepercayaan orang lain salah." Tidak mungkin menggunakan kekuatan akal dalam debat tentang agama. Begitu kepercayaan tertanam dalam jiwa manusia khususnya selama masa kanak-kanak -- hal ini akan sangat sulit untuk dihilangkan. Dan sistem kepercayaan agama memuaskan kebutuhan psikologis yang kuat, yang sulit dipenuhi dengan cara lain. Ada bukti menunjukkan bahwa manusia sebelumnya dan banyak masyarakat adat di dunia tidak beragama. Sebagian besar kelompok pribumi -- setidaknya sebelum penjajahan dan penaklukan -- tidak memiliki konsep dewa yang memiliki campur tangan dalam urusan manusia. Sebaliknya, kelompok-kelompok pribumi cenderung animistis atau panteistik. Mereka membayangkan kekuatan spiritual impersonal yang meliputi semua hal, contohnya adalah konsep 'Roh' atau 'Misteri' yang dipahami oleh beberapa kelompok penduduk asli Amerika. Pada saat yang sama, mere...

Foto Langka Yang Menunjukkan Bagaimana Hidup Di Tahun 1850

Tahun yang menandai pertengahan abad ke-19 adalah titik balik bagi sebagian besar dunia. Dua tahun sebelumnya, Eropa terjerat dalam serangkaian revolusi yang menggantikan raja absolut menjadi negara nasional. Selain kekacauan politik, ekonomi juga mengalami transisi antara Revolusi Industri Pertama dan Kedua. Akhir abad ke-18 terjadi peningkatan radikal manufaktur di negara-negara seperti Inggris dan Prancis. Setelah terobosan ini, pada pertengahan abad ke-19, Jerman dan Italia, serta Amerika Serikat, dengan cepat mengejar dan menjadi kekuatan ekonomi di negara mereka sendiri. Baca Juga : Skandal Cinta Elizabeth I Penjual lilin di depan katedral, Chartres, Prancis. Foto diambil oleh Charles Nègre, 1851. Le joueur d'orgue de barbarie et deux enfants (Pemain Organ Barrel). Foto diambil oleh Charles Nègre di halaman belakang bengkelnya di 21 Quai de Bourbon, di Île Saint-Louis di Paris, sekitar tahun 1853. G. Roman, Potret Diri, 1851. ...