Ruang Hantu Maynooth Skip to main content

Ruang Hantu Maynooth


Pedesaan di sekitar Dublin, Irlandia, dipenuhi   bangunan bersejarah dan segala macam reruntuhan dari masa lampau. Salah satu tempat yang menarik adalah seminari Katolik Roma yang bersejarah, St Patrick’s College, di Maynooth.

Sejak 1795 tempat ini telah menjadi lokasi pelatihan penting bagi para imam selama berabad-abad, sekaligus lokasi misterius yang diselimuti legenda dan cerita menyeramkan.

Kisah-kisah itu berkutat di satu ruangan  dalam kompleks bernama Kamar 2 yang terletak di dalam Rumah Retorika, yang dibangun pada awal tahun 1830-an sebagai tempat tinggal bagi para imam.

Pada tahun 1840-an terjadi peristiwa pertama dari serangkaian bunuh diri yang  merusak reputasinya. Insiden pertama terjadi ketika seorang siswa dengan nama Sean O'Grady tiba-tiba melompat dari jendela. Pada saat itu tidak ada yang tahu mengapa dia melakukan hal seperti itu.



Bunuh diri berikutnya terjadi ketika suatu hari penghuni salah satu ruangan bernama Thomas McGinn ditemukan terbaring dalam genangan darah setelah memotong tenggorokannya sendiri.

Setelah serangkaian kematian ini, Kamar 2 dibiarkan kosong. Ketika seseorang pindah ke ruangan itu mereka ditemukan tewas disebabkan percobaan bunuh diri. Namun salah seorang yang berhasil selamat memberi tahu Wakil Ketua perguruan tinggi tentang iblis mengerikan di ruangan itu.

Bunuh diri di tempat ini dikabarkan sengaja ditutup-tutupi oleh perguruan tinggi.

Kamar 2 kemudian diubah menjadi ruang pidato dan ruang tunggu Kantor Akademik, tetapi cerita-cerita misteri yang menyelubunginya tetap ada.

Sampai hari ini ada juga noda gelap di lantai yang dikabarkan sebagai noda darah dari beberapa kasus bunuh diri yang terjadi di sini. Menariknya, pengunjung ke kamar l ini tidak diizinkan membawa cermin ke dalam.

https://mysteriousuniverse.org/2019/06/the-mysterious-ghost-room-of-maynooth/

Comments

Popular posts from this blog

Buku Hitler Berisi Rencana Detail Holocaust Mengerikan Ditemukan Kembali

Library and Archives Canada baru-baru ini mengakuisisi buku tahun 1944, yang sebelumnya dimiliki oleh Adolf Hitler yang merinci cetak biru holocaust Amerika Utara. Laporan setebal 137 halaman, berjudul "Statistik, Media, dan Organisasi Yahudi di Amerika Serikat dan Canada," ditulis oleh ahli bahasa dan peneliti Heinz Kloss, yang berfokus pada kebangsaan dan bahasa untuk menciptakan sensus sistematis populasi Yahudi di benua itu. Dokumen itu dibeli tahun lalu dengan harga $ 4.500 dan diumumkan kepada publik Sabtu lalu, satu hari sebelum Hari Peringatan Holocaust Internasional. Kloss melakukan riset serius pada populasi Yahudi Amerika Utara, dan mengumpulkan jaringan simpatisan Nazi Amerika Utara dan organisasi Yahudi sepanjang kunjungannya ke A.S. pada 1936 dan 1937, dengan data sensus 1930-an sebagai fondasi laporan. Tujuan Kloss adalah untuk mengumpulkan data spesifik Yahudi, mengkonfirmasi angka-angka, dan berkontribusi pada upaya genosida Hitler. ...

Rahasia Dibalik Kecanduan Manusia Pada Agama

"Ada ribuan agama berbeda di dunia. Dan setiap orang percaya bahwa agama mereka benar dan kepercayaan orang lain salah." Tidak mungkin menggunakan kekuatan akal dalam debat tentang agama. Begitu kepercayaan tertanam dalam jiwa manusia khususnya selama masa kanak-kanak -- hal ini akan sangat sulit untuk dihilangkan. Dan sistem kepercayaan agama memuaskan kebutuhan psikologis yang kuat, yang sulit dipenuhi dengan cara lain. Ada bukti menunjukkan bahwa manusia sebelumnya dan banyak masyarakat adat di dunia tidak beragama. Sebagian besar kelompok pribumi -- setidaknya sebelum penjajahan dan penaklukan -- tidak memiliki konsep dewa yang memiliki campur tangan dalam urusan manusia. Sebaliknya, kelompok-kelompok pribumi cenderung animistis atau panteistik. Mereka membayangkan kekuatan spiritual impersonal yang meliputi semua hal, contohnya adalah konsep 'Roh' atau 'Misteri' yang dipahami oleh beberapa kelompok penduduk asli Amerika. Pada saat yang sama, mere...

Foto Langka Yang Menunjukkan Bagaimana Hidup Di Tahun 1850

Tahun yang menandai pertengahan abad ke-19 adalah titik balik bagi sebagian besar dunia. Dua tahun sebelumnya, Eropa terjerat dalam serangkaian revolusi yang menggantikan raja absolut menjadi negara nasional. Selain kekacauan politik, ekonomi juga mengalami transisi antara Revolusi Industri Pertama dan Kedua. Akhir abad ke-18 terjadi peningkatan radikal manufaktur di negara-negara seperti Inggris dan Prancis. Setelah terobosan ini, pada pertengahan abad ke-19, Jerman dan Italia, serta Amerika Serikat, dengan cepat mengejar dan menjadi kekuatan ekonomi di negara mereka sendiri. Baca Juga : Skandal Cinta Elizabeth I Penjual lilin di depan katedral, Chartres, Prancis. Foto diambil oleh Charles Nègre, 1851. Le joueur d'orgue de barbarie et deux enfants (Pemain Organ Barrel). Foto diambil oleh Charles Nègre di halaman belakang bengkelnya di 21 Quai de Bourbon, di Île Saint-Louis di Paris, sekitar tahun 1853. G. Roman, Potret Diri, 1851. ...