Tamat Dewa Penciptaan Mesopotamia Kuno Skip to main content

Tamat Dewa Penciptaan Mesopotamia Kuno


Tiamat adalah dewa ambigu yang memainkan peran penting dalam mitos penciptaan Mesopotamia kuno. Dia adalah personifikasi dari laut purba, dimana generasi pertama dewa dilahirkan. Namun, Tiamat dikalahkan oleh Marduk, dewa pelindung Babel.

Secara tradisional, Tiamat dianggap berbentuk naga, meskipun tidak ada gambar yang berasal dari zaman Mesopotamia yang telah diidentifikasi menggambarkan sang dewi ini.

Mitos utama yang menampilkan Tiamat adalah Enuma Elish, mitos penciptaan Babel. Dalam mitos ini, Tiamat adalah karakter yang agak ambigu, karena ia pertama kali digambarkan sebagai sosok yang positif, seperti ibu, meskipun kemudian dalam mitos, ia ditransformasikan menjadi antagonis.

Enuma Elish dimulai dengan penciptaan para dewa, sebagai hasil dari persatuan antara Apsu dan Tiamat.

Menurut kepercayaan Mesopotamia, Apsu adalah personifikasi air tawar, sementara Tiamat adalah air laut yang asin. Dua dewa pertama yang diciptakan dari penyatuan Apsu dan Tiamat adalah Lahmu dan Lahamu, yang kemudian melahirkan Anshar dan Kishar.

Dua generasi dewa lagi diciptakan, dan para dewa yang lebih muda menjadi gangguan bagi Apsu dan Tiamat.

Terlepas dari masalah yang disebabkan oleh para dewa muda, Tiamat mentolerir mereka. Namun, Apsu tidak tahan lagi dengan perilaku mereka, dan berniat untuk menghancurkan mereka. Ketika dia mengatakan rencananya kepada Tiamat, dia tidak senang.

Para dewa mengetahui tentang rencana Apsu, dan salah satu dari mereka, Ea, memakai mantra tidur pada Apsu, dan membunuhnya.

Comments

Popular posts from this blog

Buku Hitler Berisi Rencana Detail Holocaust Mengerikan Ditemukan Kembali

Library and Archives Canada baru-baru ini mengakuisisi buku tahun 1944, yang sebelumnya dimiliki oleh Adolf Hitler yang merinci cetak biru holocaust Amerika Utara. Laporan setebal 137 halaman, berjudul "Statistik, Media, dan Organisasi Yahudi di Amerika Serikat dan Canada," ditulis oleh ahli bahasa dan peneliti Heinz Kloss, yang berfokus pada kebangsaan dan bahasa untuk menciptakan sensus sistematis populasi Yahudi di benua itu. Dokumen itu dibeli tahun lalu dengan harga $ 4.500 dan diumumkan kepada publik Sabtu lalu, satu hari sebelum Hari Peringatan Holocaust Internasional. Kloss melakukan riset serius pada populasi Yahudi Amerika Utara, dan mengumpulkan jaringan simpatisan Nazi Amerika Utara dan organisasi Yahudi sepanjang kunjungannya ke A.S. pada 1936 dan 1937, dengan data sensus 1930-an sebagai fondasi laporan. Tujuan Kloss adalah untuk mengumpulkan data spesifik Yahudi, mengkonfirmasi angka-angka, dan berkontribusi pada upaya genosida Hitler. ...

5 Dongeng Disney yang Diambil Dari Kisah Nyata

Banyak dari kita tumbuh dengan menonton film-film Disney dan kisah tentang para putri, peri dan ratu jahat yang menjadi bagian dari zeitgeist modern. Beberapa film asli dari Disney terinspirasi oleh cerita rakyat kuno - seperti putri Salju, Cinderella, dan Putri Duyung semuanya terinspirasi oleh dongeng Eropa. Tetapi tidak semuanya adalah dongeng, beberapa cerita didasarkan pada kisah nyata. Kisah-kisah itu mungkin telah diperindah,  atau diberi sentuhan lebih banyak oleh Disney Baca juga : ChiloĆ© Pulau Paling Misterius Di Chili Pocahontas Film Disney yang paling terkenal berdasarkan sejarah nyata adalah film Pocahontas 1995 - sebuah roman musikal yang berfokus pada hubungan antara puteri Powhatan Pocahontas dan pemukim Inggris John Smith. Film ini berkisah tentang ketegangan antara penduduk asli Amerika dan Inggris yang  mencoba mengambil tanah penduduk setempat, tetapi berakhir dengan Pocahontas menyelamatkan nyawa Smith yang memfasilitasi gencatan senj...

Ibnu Batutah, Marco Polo Dunia Islam

Sebelum penemuan transportasi seperti kereta api, pesawat terbang, dan perjalanan murah dan efisien di atas lautan terbuka, orang biasanya tidak melakukan perjalanan lebih jauh dari 20 mil dari kota asal mereka. Terkecuali untuk mereka yang sangat kaya. Barat memiliki Marco Polo. Dunia Islam memiliki Ibnu Batutah. Selama perjalanannya, Ibnu Batutah berkelana ke seluruh Afrika, Eropa Timur, Timur Tengah, India, dan Cina sebelum akhirnya kembali ke Maroko dan menjalani kehidupan yang lebih tenang sebagai cendekiawan Islam. Ibn Batutah lahir pada tahun 1304 di kota Tangier di Maroko modern. Keluarganya  dikenal karena menghasilkan hakim-hakim Islam. Ibnu Batutah menerima pendidikan yang kuat dalam Hukum Islam. Ini membantunya selama perjalanan, karena statusnya sebagai cendekiawan Islam menyebabkan orang-orang di tanah Muslim menunjukkan rasa hormat dan keramahtamahan, membantunya dalam perjalanannya dengan hadiah dan tempat tinggal. Selama hidupnya, ia melakukan perjalanan ha...