Ordo Ksatria Templar didirikan pada tahun 1119 sebagai sekelompok kesatria saleh yang miskin. Mereka dibubarkan pada 1307 setelah kejayaan dan kekayaan mereka berhasil mereka miliki.
Kelompok Templar meninggalkan beberapa catatan, yang paling menarik adalah Aturan Para Templar yang berisi kode etik terperinci yang mengatur semua aspek kehidupan, termasuk tata cara berpakaian, makanan, pengaturan tidur dan kehidupan sosial.
Draft pertama disusun pada tahun 1129 dalam dua bahasa, Latin dan Prancis yang berisi 68 aturan. Tatanan ini kemudian mencakup lebih banyak aspek dan menjadi semakin kompleks. Dokumen asli telah menghilang, tetapi terjemahannya masih ada hingga hari ini.
Menurut kode etik tersebut, apabila aturan tidak dipatuhi, maka ada konsekuensi yang akan terjadi, berkisar dari hukuman fisik, kehilangan jubah ksatria, hingga pembuangan dari ordo. Pelanggaran kecil yang dilakukan biasanya mengharuskan seseorang untuk makan makanan di lantai.
Baca juga :
Kontroversi Maria Magdalena Dan Hubungannya Dengan Yesus
Satu mangkuk untuk dua orang
Karena kekurangan mangkuk, para ksatria templar akan makan bersama dalam satu mangkuk untuk mempererat keakraban. Setiap orang juga diharapkan memiliki ransum anggur yang sama dalam cangkir mereka.
Daging secukupnya
Mereka juga hanya makan daging tiga kali seminggu, kecuali pada hari tertentu seperti di hari Natal, All Saints, the Assumption, dan pesta dua belas rasul. Kebiasaan makan daging dianggap merusak tubuh.
Tidak meninggalkan meja — kecuali jika keadaannya benar-benar darurat
Para ksatria ini tidak boleh meninggalkan meja tampan izin, kecuali dalam keadaan darurat, seperti adanya teriakan untuk berperang.
Penggunaan serbet
Pada hari Jumat Agung, semua ksatria harus berpuasa dari roti dan air, serta tidak boleh menggunakan serbet. Selain itu, meja harus dicuci sebelum roti diletakkan di atasnya.
Mengenakan pakaian suci
Semua anggota ordo harus mengenakan pakaian dengan satu warna, yaitu putih, hitam, atau coklat. Semua anggota ordo juga harus mengenakan jubah putih sebagai pertanda bahwa mereka telah meninggalkan kehidupan kegelapan dan saling didamaikan.
Jubah sederhana
Jubah biasanya terbuat dari kain biasa tanpa menunjukkan kebanggaan. Tidak boleh ada hiasan atau sepotong bulu di pakaian mereka.
Abaikan wanita
Wanita dianggap hal yang berbahaya, sehingga para wanita tidak akan diterima di bait suci, di antara para ksatria.
Dilarang mencium wanita dalam keluarga
Tidak seorang pun di antara ksatria templar dibiarkan mencium seorang wanita, baik itu janda, gadis muda, ibu, saudara perempuan, bibi atau lainnya. Ksatria templar diharapkan untuk menghindari kontak dengan wanita, karena telah banyak pria binasa berkali-kali karena hal ini.
Tidak berbicara tentang sex
Para ksatria templar dilarang menceritakan ke pada sesama mereka mengenai kesenangan dengan para wanita. Jika ada yang melakukannya, maka orang tersebut harus dibungkam, jika tidak bisa dilakukan, maka mereka diharuskan pergi dari sana.
Anak-anak harus dihindari
Para ksatria templar di larang membesarkan seorang anak, tetapi diizinkan menjadi orangtua baptis.


Comments
Post a Comment