Sejarah Museum Madam Tussaud Skip to main content

Sejarah Museum Madam Tussaud


Ratusan ribu orang mengunjungi Museum Lilin Madame Tussaud. Ada 21 lokasi museum di seluruh dunia, termasuk enam di Amerika Serikat.

Museum lilin ini dibuka pertama kali di London pada tahun 1835. Hari ini diperkirakan ada sekitar 2,5 juta kunjungan setiap tahun.

Museum Madame Tussaud terkenal karena banyaknya tokoh terkenal yang dibuat dari lilin yang tampak begitu hidup.

Museum lilin Madame Tussauds memiliki cabang di berbagai kota besar di seluruh dunia.

Banyak orang mengetahui museu Madame Tussaud, tapi siapa ia sebenarnya?

Tussaud bukanlah nama sebenarnya. Ia dilahirkan dengan nama Marie Grosholtz di perbatasan Prancis Strasbourg pada tahun 1761.

Ia dan ibunya kemudian pindah ke Bern, Swiss. Selama berada di Bern, ibunya bekerja sebagai pelayan seorang dokter bernama Curtius - yang memiliki hobi membuat patung lilin.

Baca juga :
NORIMITSU ODACHI, PEDANG RAKSASA SAMURAI JEPANG

Kreasi Curtius kemungkinan besar merupakan cara membantu siswa kedokteran, pada saat melakukan pemeriksaan anatomi yang sulit dipahami.

Curtius kemudian pindah ke Paris untuk membuat patung lilin, tidak hanya untuk keperluan anatomi kedokteran, tetapi juga untuk membuat patung orang-orang populer.

Curtius lebih fokus menciptakan potret para bangsawan dan selebritas di Paris. Pada tahun 1770, karya Curtius dipamerkan dan akhirnya dipajang di Palais Royale, kediaman raja Paris.



Dia mengajari Marie membuat patung ketika ia masih remaja. Dari sini Marie  berkenalan dengan beberapa pelopor masyarakat kelas atas di Paris.

Pada 1777, ia membuat patung lilin pertamanya yaitu tokoh filsuf dan penulis Voltaire, pria paling terkenal di Prancis pada masa itu.

Pada 1782, Curtius membuka galeri patungnya, di sana Marie tergiur jumlah pendapatan dari pembuatan patung lilin.

Awal dari Revolusi Prancis terjadi pada 14 Juli 1789, dan melibatkan Marie Grosholtz secara tidak langsung.

Pada 12 Juli, massa memasuki ruang pameran Curtius dan menghancurkan patung tokoh yang dibenci pada saat itu, yaitu saudara raja, Duke Orleans, dan Jacques Neckar, menteri keuangan.

Kerumunan orang melakukan parade menggunakan tokoh patung lilin itu dan melakukan penguburan pada mereka secara simbolis.

Kerumunan massa itu kemudian ditembak oleh pasukan nasional dan peristiwa ini secara tidak langsung menjadi inspirasi Storming of the Bastille.

Salah satu tokoh pertama yang diciptakan Marie adalah sosok Jean-Paul Marat, seorang jurnalis revolusioner  yang dibunuh di kamar mandinya oleh Charlotte Corday, yang mendukung partai politik saingannya.

Ketika keadaan semakin genting  di Paris, Marie sering diminta untuk membuat kepala dari patung lilin yang seolah dipenggal, sebagai bentuk propaganda kaum revolusioner.

Saat Revolusi Prancis berlangsung -  Curtius dan Marie berada dalam lingkaran aristokrat. Selama Masa Pemerintahan Teror pada tahun 1793-1794, mereka berdua ditangkap dengan tuduhan sebagai kontra-revolusioner. Hal ini dipicu akibat adanya larangan memiliki atau membuat potret dari "musuh rakyat,"



Marie kemudian lolos dari hukuman berkat pengaruh seorang teman ketika Teror mereda.
Teror berakhir pada tahun 1794. Curtius meninggal, dan menyerahkan segalanya kepada Marie. Dia seketika menjadi sangat kaya.

Marie kemudian menikah dengan pria bernama François Tussaud. Ternyata, suaminya hampir menghancurkannya secara finansial dengan melakukan serangkaian investasi buruk.

Pada 1802, Marie diundang ke London untuk memamerkan hasil karyanya.

Tidak dapat kembali ke Prancis karena Perang Napoleon, Marie mulai menciptakan patung tokoh-tokoh terkenal dari Kepulauan Inggris - baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.  Dan melakukan serangkaian tur ke Inggris, Irlandia dan Skotlandia.

Pada 1831, dia menjelma sebagai seorang wanita kaya dan membuka ruang pameran permanen di Baker Street.

Meskipun banyak yang datang untuk melihat persamaan dari tokoh lilinnya dan keluarga kerajaan pada waktu itu, kemasyhuran Tussaud di Inggris berasal dari pamerannya yang disebut "The Chamber of Horror".

Madame Tussaud meninggal pada tahun 1850 pada usia 89 tahun, tepat sebelum dia meninggal, sosok lilinnya diciptakan, dan masih dipajang di museum London.

Comments

Popular posts from this blog

Buku Hitler Berisi Rencana Detail Holocaust Mengerikan Ditemukan Kembali

Library and Archives Canada baru-baru ini mengakuisisi buku tahun 1944, yang sebelumnya dimiliki oleh Adolf Hitler yang merinci cetak biru holocaust Amerika Utara. Laporan setebal 137 halaman, berjudul "Statistik, Media, dan Organisasi Yahudi di Amerika Serikat dan Canada," ditulis oleh ahli bahasa dan peneliti Heinz Kloss, yang berfokus pada kebangsaan dan bahasa untuk menciptakan sensus sistematis populasi Yahudi di benua itu. Dokumen itu dibeli tahun lalu dengan harga $ 4.500 dan diumumkan kepada publik Sabtu lalu, satu hari sebelum Hari Peringatan Holocaust Internasional. Kloss melakukan riset serius pada populasi Yahudi Amerika Utara, dan mengumpulkan jaringan simpatisan Nazi Amerika Utara dan organisasi Yahudi sepanjang kunjungannya ke A.S. pada 1936 dan 1937, dengan data sensus 1930-an sebagai fondasi laporan. Tujuan Kloss adalah untuk mengumpulkan data spesifik Yahudi, mengkonfirmasi angka-angka, dan berkontribusi pada upaya genosida Hitler. ...

5 Dongeng Disney yang Diambil Dari Kisah Nyata

Banyak dari kita tumbuh dengan menonton film-film Disney dan kisah tentang para putri, peri dan ratu jahat yang menjadi bagian dari zeitgeist modern. Beberapa film asli dari Disney terinspirasi oleh cerita rakyat kuno - seperti putri Salju, Cinderella, dan Putri Duyung semuanya terinspirasi oleh dongeng Eropa. Tetapi tidak semuanya adalah dongeng, beberapa cerita didasarkan pada kisah nyata. Kisah-kisah itu mungkin telah diperindah,  atau diberi sentuhan lebih banyak oleh Disney Baca juga : Chiloé Pulau Paling Misterius Di Chili Pocahontas Film Disney yang paling terkenal berdasarkan sejarah nyata adalah film Pocahontas 1995 - sebuah roman musikal yang berfokus pada hubungan antara puteri Powhatan Pocahontas dan pemukim Inggris John Smith. Film ini berkisah tentang ketegangan antara penduduk asli Amerika dan Inggris yang  mencoba mengambil tanah penduduk setempat, tetapi berakhir dengan Pocahontas menyelamatkan nyawa Smith yang memfasilitasi gencatan senj...

Ibnu Batutah, Marco Polo Dunia Islam

Sebelum penemuan transportasi seperti kereta api, pesawat terbang, dan perjalanan murah dan efisien di atas lautan terbuka, orang biasanya tidak melakukan perjalanan lebih jauh dari 20 mil dari kota asal mereka. Terkecuali untuk mereka yang sangat kaya. Barat memiliki Marco Polo. Dunia Islam memiliki Ibnu Batutah. Selama perjalanannya, Ibnu Batutah berkelana ke seluruh Afrika, Eropa Timur, Timur Tengah, India, dan Cina sebelum akhirnya kembali ke Maroko dan menjalani kehidupan yang lebih tenang sebagai cendekiawan Islam. Ibn Batutah lahir pada tahun 1304 di kota Tangier di Maroko modern. Keluarganya  dikenal karena menghasilkan hakim-hakim Islam. Ibnu Batutah menerima pendidikan yang kuat dalam Hukum Islam. Ini membantunya selama perjalanan, karena statusnya sebagai cendekiawan Islam menyebabkan orang-orang di tanah Muslim menunjukkan rasa hormat dan keramahtamahan, membantunya dalam perjalanannya dengan hadiah dan tempat tinggal. Selama hidupnya, ia melakukan perjalanan ha...