Insiden Dyatlov Amerika Skip to main content

Insiden Dyatlov Amerika


Gary Dale Mathias, Jack Madruga, Jackie Huett, Theodore (Ted) Weiher dan William Sterling adalah lima teman baik berusia antara 24 dan 32 tahun dari Kota Yuba, California, yang semuanya memiliki minat yang kuat dalam olahraga, terutama basket.

Pada 24 Februari 1978, mereka semua berencana untuk menyaksikan pertandingan bola basket perguruan tinggi yang dimainkan di Universitas Negeri California, Chico, sekitar 50 mil di utara Yuba.

Mereka semua memiliki kesamaan, yaitu mengidap gangguan jiwa, mulai dari yang parah hingga yang ringan. Mereka juga dikatakan saling mengenal satu sama lain dari program penanganan gangguan mental untuk orang dewasa.

Meski begitu, mereka semua aktif dalam masyarakat, terutama Madruga yang dianggap agak lambat dan Mathias yang menderita skizofrenia.

Mathias dan Madruga pernah bertugas di militer dan bisa mengemudi, jadi tidak ada alasan khusus untuk berpikir ada yang salah dengan mereka.

Baca juga :
Sejarah Hidup Timur Lenk

Para lelaki itu pulang pada pukul 10 malam dan singgah ke pompa bensin terdekat untuk membeli beberapa makanan ringan sebelum tiba di jalan raya, di mana mereka akan menempuh perjalan pulang ke rumah masing-masing. Naasnya, mereka tidak pernah kembali, hingga melewatkan pertandingan basket mereka yang dijadwalkan akan di mainkan pada hari berikutnya.

Keluarga mereka menjadi khawatir. Departemen sheriff county memulai pencarian di rute yang diambil oleh orang-orang yang hilang itu, dan berharap  mereka hanya tersesat, tetapi tidak ada  kendaraan mereka ditemukan.

Tidak sampai tiga hari kemudian, pada 28 Februari, seorang penjaga taman yang sama sekali tidak terkait dengan pencarian resmi itu melaporkan telah menemukan kendaraan yang hilang, di jalan berliku terpencil di pegunungan Hutan Nasional Plumas.

Agak aneh karena jalan itu tidak termasuk dalam rute yang seharusnya mereka tempuh untuk pulang. Ditambah lagi musim dingin dan badai berkecamuk yang tengah berlangsung malam itu.

Ketika pihak berwenang tiba, mereka mendapati hal yang lebih aneh lagi. Mobil tidak terkunci, satu jendela terbuka lebar dan ban terjebak di salju.

Di dalam mobil ada pembungkus sampah yang mereka beli di pompa bensin dan beberapa peta California, tetapi tidak ada jejak keberadaan mereka.



Ketika pihak berwenang menunggu salju  mencair, beberapa petunjuk aneh muncul. Polisi menerima telepon dari seorang pria yang menyebut dirinya Joseph Schons, yang mengklaim bahwa pada saat penghilangan para pemuda itu, dia terjebak di salju ketika berkendara ke pondok ski yang dia miliki di daerah tersebut.

Dia mencoba mendorong mobil keluar dari salju tapi tak berdaya, karena sendirian. Yang membuat segalanya lebih buruk, dia tiba-tiba merasakan serangan jantung, dan memaksanya untuk duduk di mobil untuk menunggu bantuan.

 Ketika duduk sendirian, dia mengatakan bahwa dua mobil, yang tampak seperti truk pickup, berhenti di belakangnya, dan sekelompok orang keluar dengan senter, yang mereka matikan ketika mereka mendengar permintaan tolongnya. Anehnya, dia mengklaim bahwa salah satu dari orang-orang itu tampaknya adalah seorang wanita yang menggendong bayi.

Ketika lelaki itu akhirnya kembali ke pondok terdekat dan mobilnya ditarik, Schons mengklaim ia berada di sebelah tempat Montego berada.

Sama sekali tidak diketahui hubungan penampakan itu, yang kemudian menjadi  petunjuk aneh di antara banyak lainnya.



Petunjuk menarik lainnya datang dari seorang pegawai toko di kota kecil Brownsville, sekitar 30 mil jauhnya dari mobil yang ditinggalkan, yang mengatakan bahwa empat pria, yang ia kenali dari selebaran polisi, mampir di tokonya dengan truk pickup merah, dua hari setelah mereka dikatakan menghilang secara resmi.

Dia mengatakan bahwa Huett dan Sterling menggunakan bilik telepon sebelum ia dan seluruh kelompoknya pergi.

Pemilik toko juga menguatkan pengakuan ini, dan mengatakan bahwa dua dari pria itu datang ke toko dan membeli burrito dan minuman ringan.

Tidak ada petunjuk kuat dalam kasus ini, karena bukti mungkin terkubur di salju, dan
yang bisa  dilakukan polisi pada saat itu adalah menunggu sampai musim semi.

Pada bulan Juni, salju di daerah itu sebagian besar telah mencair. Beberapa pengendara sepeda motor melewati daerah itu dan menemukan hal mengerikan di kabin yang tidak berpenghuni yang terletak sekitar 19 mil  dari mobil yang ditinggalkan.

Di bagian dalam ruangan itu ditemukan mayat Ted Weiher, yang memiliki sejumlah petunjuk aneh. Misalnya, jenazah berpakaian lengkap kecuali  sepatunya yang hilang, dan tidak dapat ditemukan di mana pun.

Tubuhnya sebagian beku, anehnya  ada banyak korek api dan bahan yang mudah terbakar di kabin, serta perapian, namun tidak ada upaya yang dilakukan untuk menyalakannya.

Yang menarik, jenggotnya tampak telah tumbuh selama 3 bulan, dan menunjukkan bahwa ia telah hidup di pondok itu selama beberapa waktu. Tetapi yang lebih aneh lagi adalah penyebab resmi kematiannya, yang disebutkan mati kelaparan.



Weiher memang ditemukan kehilangan sekitar seratus pound berat badannya sebelum meninggal, sekalipun faktanya  ia dikelilingi oleh banyak makanan, yang tersebar di sekitar kabin, dan ada loker penuh dengan kaleng makanan dan ransum kering yang tidak disentuh selama setahun penuh.

Keesokan harinya jenazah Madruga dan Sterling ditemukan sekitar 8 mil jauhnya.  Jenazah Madruga sebagian telah dimakan binatang  dan anehnya ia ditemukan tengah menggenggam arloji yang tidak dikenali keluarga mereka.
Tubuh Sterlings sendiri tidak lebih dari kerangka.

 Dua hari kemudian tulang dan tengkorak Huett ditemukan berserakan di hutan belantara di sekitar trailer. Diperkirakan oleh koroner bahwa orang-orang ini kemungkinan besar meninggal karena hipotermia.

Satu-satunya tubuh yang tidak dapat ditemukan meskipun menyisir area tersebut adalah Mathias, sekalipun sepatu tenisnya ditemukan.

Apa yang terjadi dengan orang-orang ini? Mengapa mereka naik ke gunung dan kemudian meninggalkan mobil mereka ? Bagaimana mereka bisa menempuh jarak 19 mil dengan berjalan kaki melewati badai salju dengan pakaian yang tidak memadai untuk sampai ke pondok itu dan apa yang terjadi ketika mereka sampai di sana?

Sumber :
https://mysteriousuniverse.org/2019/03/the-american-dyatlov-incident-bizarre-unsolved-deaths-and-vanishings-in-the-wilderness/

Comments

Popular posts from this blog

Buku Hitler Berisi Rencana Detail Holocaust Mengerikan Ditemukan Kembali

Library and Archives Canada baru-baru ini mengakuisisi buku tahun 1944, yang sebelumnya dimiliki oleh Adolf Hitler yang merinci cetak biru holocaust Amerika Utara. Laporan setebal 137 halaman, berjudul "Statistik, Media, dan Organisasi Yahudi di Amerika Serikat dan Canada," ditulis oleh ahli bahasa dan peneliti Heinz Kloss, yang berfokus pada kebangsaan dan bahasa untuk menciptakan sensus sistematis populasi Yahudi di benua itu. Dokumen itu dibeli tahun lalu dengan harga $ 4.500 dan diumumkan kepada publik Sabtu lalu, satu hari sebelum Hari Peringatan Holocaust Internasional. Kloss melakukan riset serius pada populasi Yahudi Amerika Utara, dan mengumpulkan jaringan simpatisan Nazi Amerika Utara dan organisasi Yahudi sepanjang kunjungannya ke A.S. pada 1936 dan 1937, dengan data sensus 1930-an sebagai fondasi laporan. Tujuan Kloss adalah untuk mengumpulkan data spesifik Yahudi, mengkonfirmasi angka-angka, dan berkontribusi pada upaya genosida Hitler. ...

5 Dongeng Disney yang Diambil Dari Kisah Nyata

Banyak dari kita tumbuh dengan menonton film-film Disney dan kisah tentang para putri, peri dan ratu jahat yang menjadi bagian dari zeitgeist modern. Beberapa film asli dari Disney terinspirasi oleh cerita rakyat kuno - seperti putri Salju, Cinderella, dan Putri Duyung semuanya terinspirasi oleh dongeng Eropa. Tetapi tidak semuanya adalah dongeng, beberapa cerita didasarkan pada kisah nyata. Kisah-kisah itu mungkin telah diperindah,  atau diberi sentuhan lebih banyak oleh Disney Baca juga : ChiloĆ© Pulau Paling Misterius Di Chili Pocahontas Film Disney yang paling terkenal berdasarkan sejarah nyata adalah film Pocahontas 1995 - sebuah roman musikal yang berfokus pada hubungan antara puteri Powhatan Pocahontas dan pemukim Inggris John Smith. Film ini berkisah tentang ketegangan antara penduduk asli Amerika dan Inggris yang  mencoba mengambil tanah penduduk setempat, tetapi berakhir dengan Pocahontas menyelamatkan nyawa Smith yang memfasilitasi gencatan senj...

Ibnu Batutah, Marco Polo Dunia Islam

Sebelum penemuan transportasi seperti kereta api, pesawat terbang, dan perjalanan murah dan efisien di atas lautan terbuka, orang biasanya tidak melakukan perjalanan lebih jauh dari 20 mil dari kota asal mereka. Terkecuali untuk mereka yang sangat kaya. Barat memiliki Marco Polo. Dunia Islam memiliki Ibnu Batutah. Selama perjalanannya, Ibnu Batutah berkelana ke seluruh Afrika, Eropa Timur, Timur Tengah, India, dan Cina sebelum akhirnya kembali ke Maroko dan menjalani kehidupan yang lebih tenang sebagai cendekiawan Islam. Ibn Batutah lahir pada tahun 1304 di kota Tangier di Maroko modern. Keluarganya  dikenal karena menghasilkan hakim-hakim Islam. Ibnu Batutah menerima pendidikan yang kuat dalam Hukum Islam. Ini membantunya selama perjalanan, karena statusnya sebagai cendekiawan Islam menyebabkan orang-orang di tanah Muslim menunjukkan rasa hormat dan keramahtamahan, membantunya dalam perjalanannya dengan hadiah dan tempat tinggal. Selama hidupnya, ia melakukan perjalanan ha...