Seperti Ini Kejamnya Hukuman Perempuan Pemarah Di Abad Ke-16 Skip to main content

Seperti Ini Kejamnya Hukuman Perempuan Pemarah Di Abad Ke-16


Topeng besi yang yang di gembok dengan tali kekang adalah hukuman penyiksaan, terutama di Skotlandia tempat asalnya, dan Inggris Utara.

Hampir semua yang mendapat hukuman penyiksaan ini adalah perempuan, yang dijatuhi hukuman oleh hakim lokal, karena memarahi seseorang.

Tetapi memarahi di sini, tidak hanya berarti mengomel atau memaki. Banyak wanita yang mendapat hukuman adalah istri yang punya nyali untuk membentak suami mereka, di era di mana kata-kata seorang pria tidak boleh dipertanyakan atau dibantah.



Pada abad ke-16 dan ke-17 omelan  seorang wanita dianggap perilaku anti-sosial. Hukuman khusus gender menjadi norma di Inggris pada abad ke-15, dengan nasib paling buruk sering dikaitkan dengan praktek sihir.

Laki-laki biasanya dijatuhi hukuman fisik, dengan dikurung di tempat penyimpanan barang, sebagai imbalan atas pelanggaran kecil mereka. Sedangkan wanita akan diikat ke kursi yang dipasang di belakang gerobak kotoran, dan diarak keliling kota untuk menarik perhatian hadirin dalam perjalanan menuju tempat hukuman.

Di tempat hukuman, wanita tersebut akan dicelupkan berulang kali ke dalan kolam atau sungai, dengan sorak-sorai gembira para penonton. Terkadang alat seperti tuas khusus digunakan untuk mengangkat wanita miskin keluar-masuk air beku .

Demikian juga dengan kekang besi berduri, yang akan digunakan untuk menutup mulut seorang wanita, yang  tak jarang membuat mulut terluka dan berdarah.


Sumber : The Vintage News

Comments

Popular posts from this blog

Buku Hitler Berisi Rencana Detail Holocaust Mengerikan Ditemukan Kembali

Library and Archives Canada baru-baru ini mengakuisisi buku tahun 1944, yang sebelumnya dimiliki oleh Adolf Hitler yang merinci cetak biru holocaust Amerika Utara. Laporan setebal 137 halaman, berjudul "Statistik, Media, dan Organisasi Yahudi di Amerika Serikat dan Canada," ditulis oleh ahli bahasa dan peneliti Heinz Kloss, yang berfokus pada kebangsaan dan bahasa untuk menciptakan sensus sistematis populasi Yahudi di benua itu. Dokumen itu dibeli tahun lalu dengan harga $ 4.500 dan diumumkan kepada publik Sabtu lalu, satu hari sebelum Hari Peringatan Holocaust Internasional. Kloss melakukan riset serius pada populasi Yahudi Amerika Utara, dan mengumpulkan jaringan simpatisan Nazi Amerika Utara dan organisasi Yahudi sepanjang kunjungannya ke A.S. pada 1936 dan 1937, dengan data sensus 1930-an sebagai fondasi laporan. Tujuan Kloss adalah untuk mengumpulkan data spesifik Yahudi, mengkonfirmasi angka-angka, dan berkontribusi pada upaya genosida Hitler. ...

Pemberontakan Berdarah Dakota Dan Kekejaman Warga Amerika

Pada 6 Desember 1862, di meja Presiden Abraham Lincoln terdapat daftar 303 orang Dakota yang dituduh melakukan kejahatan, mulai dari pemerkosaan hingga pembunuhan. Tuduhan ini muncul setelah para pejuang Dakota di Minnesota selatan mengambil tindakan setelah kelaparan dan kehilangan jutaan hektar tanah mereka, yang disebabkan oleh pemukim kulit putih. Pemberontakan ini dikenal sebagai Pemberontakan Dakota. Peperangan itu berakhir dengan kematian 150 orang Dakota dan hampir 1.000 pemukim kulit putih selama pertempuran, tetapi jumlah korban sebenarnya dari penduduk Dakota selama beberapa tahun berikutnya hingga hari ini tak terhitung. Tidak ada pengacara dan saksi di persidangan orang-orang Dakota; beberapa bahkan dihukum hanya dalam beberapa menit. Pada akhirnya, Lincoln dan pengacaranya menyelidiki tuduhan-tuduhan itu dan memutuskan 39 akan dihukum mati. Hukuman satu orang diringankan sebelum menuju ke tiang gantungan. 38 pria menyanyikan lagu-lagu tradisional Dakota dengan...

Ibnu Batutah, Marco Polo Dunia Islam

Sebelum penemuan transportasi seperti kereta api, pesawat terbang, dan perjalanan murah dan efisien di atas lautan terbuka, orang biasanya tidak melakukan perjalanan lebih jauh dari 20 mil dari kota asal mereka. Terkecuali untuk mereka yang sangat kaya. Barat memiliki Marco Polo. Dunia Islam memiliki Ibnu Batutah. Selama perjalanannya, Ibnu Batutah berkelana ke seluruh Afrika, Eropa Timur, Timur Tengah, India, dan Cina sebelum akhirnya kembali ke Maroko dan menjalani kehidupan yang lebih tenang sebagai cendekiawan Islam. Ibn Batutah lahir pada tahun 1304 di kota Tangier di Maroko modern. Keluarganya  dikenal karena menghasilkan hakim-hakim Islam. Ibnu Batutah menerima pendidikan yang kuat dalam Hukum Islam. Ini membantunya selama perjalanan, karena statusnya sebagai cendekiawan Islam menyebabkan orang-orang di tanah Muslim menunjukkan rasa hormat dan keramahtamahan, membantunya dalam perjalanannya dengan hadiah dan tempat tinggal. Selama hidupnya, ia melakukan perjalanan ha...